Menyapamu Dari Hati

Hai, tertahan lagi kata sederhana itu. Ada debar yang terlalu hebat mengekang pita suaraku. Hanya menyapa dan aku tak kuasa. Saat ini aku hanya berharap suara hati akan lebih keras dari suara dalam frekuensi infrasonik, agar lebih mudah untukku menyapamu.

Kadang memang aku merasa konyol atas segala debar dan khayal untuk sekedar berbicara dengannya. Aku pernah memiliki kesempatan itu, dia mengetahui keberadaan perasaanku yang mengaguminya. Sejak saat kita tau kita tak bisa sepaham rasa, saat itu pula kekeluan ini merajai setiap inginku.

Hai kamu, aku menyapamu dari hatiku. Kamu masih tetap pada keindahan itu, keindahan tak terdeskripsi. Aku kembali menyimpan sapa ini, semoga tersampaikan sapaku walau hanya lewat hatiku.

3 adalah aku

Cinta ini adalah 3, angka 3. Hari itu tanggal 3, bulan 3 Tuhan menghadirkan ku ke dunia melalui rahim Mama. Aku tak pernah benar mengingat saat-saat pertama itu, yang biasa orang ceritakan hanya, banyak hal berkesan saat pertama kali Mama menjadi Ibu.

Mama masih mengingat dan seringkali menceritakan tentangku saat kecil. Betapa ia masih menyimpan memori itu dengan baik, tentang perasaannya saat melewati kenangan manis dan pahit dalam perjalanannya merawatku.

Sejak tanggal 3 pertamaku banyak juga hal yang sudah aku lewati, hingga saat ini aku masih meraba apa yang sedang Tuhan ingin tunjukkan padaku. Aku sedang meraba apa yang sedang menjadi tujuanku. Aku mencoba menggunakan hariku dengan baik, ya ... setidaknya aku mencoba.

Aku mencintai 3, karna 3 bagian dariku, dan karena mama mencintaiku sejak 3.

Pertama dan Satu

Tak hanya sekedar mengikuti kegiatan semusim ini, aku ikut menuliskan tentang cinta, karna aku merasakan cinta tapi cinta ini tak menentukan kemana arah dan tujuannya.

Untukku ini adalah langkah Pertama, menulis tentang cinta untuk secara sengaja aku bagi pada keramaian.

Aku akan berusaha menceritakan tentang Satu cinta dalam keheningan yang sama meski dengan warna yang berbeda.

Ketika memulai untuk hari pertamaku menulis dalam #30HariMenulisSuratCinta, aku memilih Pertama dan Satu dalam sebuah kesemogaan agar pengalaman Pertama ini menemukan jawaban dalam Satu paham yang menenangkan.

Cinta, apabila sesuatu tersentuh olehmu dalam kali Pertama, maka hanya kamulah Satu rasa hakiki yang mengiringi langkah, dan di dalam kamulah ada Satu sejuk yang menghangatkan hati selayaknya perasaan Pertama.

A Day In A Day

Tisa, seorang perempuan biasa yang memiliki kepribadian cenderung tertutup, menyukai hal sederhana yang memiliki keserasian, sedang menatap cermin dan memandang kosong ke arah pantulannya. Ia sedang berfikir tentang ribuan pertanyaan dalam hatinya dan mengapa banyak sekali suara-suara di dalam kepalanya yang selalu bertanya 'kenapa'. Setiap hari Tisa melakukan kegiatan normalnya atau setidaknya kegiatan yang membuat dia terlihat normal seperti orang lain. Di hari-harinya dia mencoba menikmati segala proses meski akhir-akhir ini ia mulai kehilangan keyakinan untuk apa dia melakukan sesuatu dalam hidupnya. Tisa selalu memiliki ruang kosong dalam hatinya yang entah mengapa tak pernah rela ia biarkan terisi. Tisa merasa ruang kosong itu adalah alat yang akan menyelamatkannya ketika perasaan atau kepalanya terlalu penuh dengan hal yang bahkan tak pernah ia mengerti mengapa itu semua ada.

Tisa tidak mengerti mengapa manusia harus bergerak jika ingin berpindah, ia tak mengerti kenapa seseorang harus marah hanya agar orang lain mengerti bahwa dirinya sedang kesal, Tisa tidak mengerti mengapa semua terjadi, mengapa semua terfikirkan, mengapa semua ada. Tapi, Tisa tidak bisa menghindari bahwa ia memiliki kegemaran untuk mengagumi semesta dan Tisa biasa mengekspresikannya dengan membuat sebuah potret indah yang diikuti cerita tentang potret tersebut.

Pada suatu sore, saat kota dimana Tisa tinggal baru saja dibasahi hujan, Tisa mulai meresapi keberadaannya di pinggir jalan itu. Tisa mulai menikmati wangi tanah yang basah terkena hujan, melihat beberapa wajah tampak lesu dan menyiratkan bahwa mereka hanya rindu rumah, lebih dari apapun. Banyak hal telah terekam dibenak Tisa ketika Tisa diam dalam sejuknya suasana setelah hujan. Sejenak sebuah senyum menghampiri wajah Tisa, Tisa ragu untuk membalas tapi ia fikir apalah arti sebuah senyum untuk orang asing yang mungkin takkan pernah ia temui lagi, lalu Tisa membalas senyum itu. Tak ada hal lain yang lalu terjadi setelah pertukaran senyum itu, Tisa kembali diam dan menikmati diamnya.

Tisa selalu merasa ada 2 hal indah di bumi ini yang selalu dimiliki oleh setiap orang yang kadang kurang disadari, yaitu sebuah senyuman dan tatapan mata. Tisa seringkali mengagumi beberapa senyum manis yang dimiliki orang lain, Tisa merasa ketika seseorang tersenyum, di dalam senyumannya ada sebuah rasa nyaman dan menyenangkan yang mengikuti. Lalu pada tatapan mata, Tisa merasa seseorang diperhatikan tanpa harus melakukan sesuatu yang berlebihan yang kadang justru malah mengalihkan makna dari perhatian. Tisa selalu menyukai senyum terutama senyum yang berkembang ketika lelah atau susah sedang menghampiri seseorang, seperti sesuatu baik sedang ditularkan kepada orang lain. Tisa juga sangat menyukai tatapan mata seseorang ketika sedang berbincang, tapi lucunya, Tisa tidak pernah bisa benar-benar menatap mata seseorang lebih dari 10 detik ketika sedang berbincang dan terutama jika orang itu adalah seorang lelaki. Tisa selalu membatasi dirinya agar tidak terjebak lama di dalam tatap seseorang, karna Tisa tahu terjebak di dalamnya akan membuat perasaannya tak sama lagi.

Tisa memiliki banyak cerita dalam sebuah hari di dalam harinya, tapi Tisa tak tahu untuk apa ceritanya ada dan mengapa ia harus terus membuat cerita dalam hidupnya. Seringkali Tisa merefleksikan cerita hidupnya bagai sebuah film, hanya saja tangis dan tawanya terasa jauh lebih nyata dan tak ada pemeran pengganti yang bisa diandalkan. Tisa masih tak mengetahui apa yang sebenarnya ia lakukan disini, mengapa hidup diciptakan untuk seseorang, mengapa hidup harus dijalani dan banyak pertanyaan lain yang selalu timbul tenggelam dalam benaknya. Tisa hanya berusaha melakukan perbaikan dan hal baik dalam perjalanan hidupnya, berdoa agar apa yang sedang diusahakannya berada di jalan yang benar, menceritakan apa yang telah dilewatinya kepada mereka yang mau mendengarkan dan terus berharap mendapat jawaban atas pertanyaan dalam sebuah hari di dalam harinya.

Tugas Pertemuan ke-1 : Pengantar Telematika

            1.  Definisi dari Telematika
Para praktisi menyatakan bahwa “Telematics“ adalah singkatan dari “Telecommunication” and Informatics” sebagai wujud dari perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah Telematics juga dikenal sebagai “The New Hybrid Technology” yang lahir karena perkembangan teknologi digital. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika menjadi semakin terpadu ( konvergensi ).
Menurut Yusuf Hadi Miarso (2007) telematika merupakan sinergi teknologi telekomunikasi dan informatika untuk keperluan pemrosesan data dengan sistem binary (digital).
Kesimpulannya telematika adalah keterpaduan antara teknologi komunikasi, media dan informatika yang digunakan untuk tujuan tertentu menggunakan sistem digital.

  1. Media komunikasi apa saja yang digunakan untuk telematika ?
Media yang digunakan untuk telematika terutama dalam bidang teknologi telekomunikasi menurut perkembangannya adalah telepon tetap (fixed telephone), telepon selular berbasis analog, faksimilie, telegram, jaringan transisi kabel (wireline), radio (wireless), internet, VoIP, dan televise kabel (CATV).

  1. Jelaskan perkembangan telematika sebelum dan sesudah internet muncul !
Perkembangan telematika di Indonesia dibagi menjadi 2 masa yaitu masa pra-satelit dan masa satelit.
A.     Masa pra-satelit
1)      Radio dan Telepon
Periode awal tahun 1960-an merupakan masa suram bagi pertelekomunikasian Indonesia, para ahli teknologi masih menggeluti teknologi sederhana dan “kuno”. Misalnya saja, PTT masih menggunakan sentral-sentral telepon yang manual, teknik radio High Frequency ataupun saluran kawat terbuka (Open Were Lines). Pada masa itu, banyak negara pemberi dana untuk Indonesia termasuk pendana untuk pengembangan telekomunikasi, menghentikan bantuannya. Hal itu karena semakin memburuknya situasi dan kondisi ekonomi dan politik di Indonesia. Tercatat bahwa pada masa 1960-1967, hanya Jerman saja yang masih bersikap setia dan menaruh perhatian besar pada bidang telekomunikasi Indonesia, dan menyediakan dana walau di masa-masa sulit sekalipun.
Sebelum tahun 1976 perkembangan teknologi di Indonesia masih terbatas pada bidang telepon dan radio. Radio Republik Indonesia (RRI) terbentuk karena adanya dorongan oleh kebutuhan mendesak mengenai kebutuhan alat perjuangan di masa revolusi kemerdekaan tahun 1945 sedangkan telepon pada masa itu tidak terlalu penting sehingga anggaran pemerintah untuk membangun telekomunikasipun masih kecil jumlahnya. Saat itu, telepon dikelola oleh PTT (Perusahaan Telepon dan Telegrap) saja sampai pergantian rezim dari Orla ke Orba di tahun 1965.
2)      Televisi
Badan penyiaran televisi lahir tahun 1962 sebelum adanya satelit yang semula hanya dimaksudkan sebagai perlengkapan bagi penyelenggara Asian Games IV di Jakarta. Siaran percobaan pertama kali terjadi pada 17 Agustus 1962 yang menyiarkan upacara peringatan kemerdekaan RI dari Istana Merdeka melalui microwave. Dan pada tanggal 24 Agustus 1962, TVRI bisa menyiarkan upacara pembukaan Asian Games, dan tanggal itu dinyatakan sebagai hari jadi TVRI. 
Terdorong oleh inovasi, akhirnya pada tanggal 14 November 1962 untuk pertama kalinya TVRI memberanikan diri melakukan siaran langsung dari studio yang berukuran 9x11 meter dan tanpa akustik yang memadai. Acaranya terbatas, hanya berupa permainan piano tunggal oleh B.J. Supriadi dengan pengaruh acara Alex Leo. Lebih dari setahun setelah siaran pertama, barulah keberadaan TVRI dijelaskan dengan pembentukan Yayasan TVRI melalui Keppres No. 215/1963 tertanggal 20 oktober 1963. Antara lain disebutkan bahwa TVRI menjadi alat hubungan masyarakat (mass communication media) dalam pembangunan mental/spiritual dan fisik daripada Bangsa dan Negara Indonesia serta pembentukan manusia sosialis Indonesia pada khususnya. Sampai tahun 1989, TVRI merupakan operator tunggal di bidang penyiaran televisi. Jadi sebelum satelit palapa mengorbit, Indonesia hanya mengenal telekomunikasi yang bersifat terestrial, yakni yang jangkauannya masih dibatasi oleh lautan. Telekomunikasi seperti ini tidak bisa menjangkau pulau-pulau kecuali melalui penggunaan SKKL (Saluran Komunikasi Kabel Laut) yang mahal dan sulit dipergunakan.
B.     Masa Satelit
a)      Satelit Domestik Palapa
Gagasan tentang peluncuran satelit bagi telekomunikasi domestik di Indonesia bisa ditelusuri asal muasalnya dari sebuah konferensi di Janewa tahun 1971 yang disebut WARCST (World Administrative Radio Confrence on Space Telecomunication). Selain pertimbangan kelayakan ekonomi dan teknis, sejarah peluncuran satelit ini juga diwarnai oleh kepentingan politik dimana hubungan antara Indonesia dengan negara-negara lain sudah mulai bersahabat.
Di sisi lain, satelit memungkinkan penyebaran luas ideologi negara ke masyarakat luas melalui TV, satelit juga menguntungkan secara ekonomi. Peluncuran satelit Palapa di Cape Canaveral, Florida, bulan Agustus 1976 pada panel peluncuran terdapat 3 orang Indonesia dan perwakilan dari perusahaan NASA dan Hughes. Kejadian ini diresmikan juga melalui pidato kenegaraan oleh presiden Soeharto di Jakarta, tanggal 16 Agustus 1976. ini merupakan satu- satunya proyek teknologi yang mendapat tempat terhormat di gedung Parlemen. Namun peluncuran satelit itu merupakan kebijakan nasional yang gagasan awalnya dicetuskan oleh pemerintah.
b)      Nusantara 21
Perkembangan satelit dipacu lebih lanjut dengan diresmikannya “Nusantara 21” (N21) oleh presiden RI pada tanggal 27 Desember 1996. Menggelindingnya N21 menjadi masukan utama untuk pembentukan Tim koordinasi Telematika Indonesia (TKTI) melalui Kepres No. 30 tahun 1997. Konsep N21 merupakan jawaban atas tantangan globalisasi komunikasi dan informasi berupa jaringan komunikasi terpadu. N21 menggunakan kerangka pendekatan, antara lain, Memanfaatkan semua teknologi yang dapat mendukung pembangunan di semua sektor dan membentuk suatu jaringan maya informasi atau adi marga informasi (virtual information network atau anformation superhighway) yang menghubungkan seluruh pelosok tanah air.
Dengan dikembangkannya N21 maka pada tahun 2000 atau memasuki abad 21 seluruh kecamatan di Indonesia akan mempunyai akses ke semua teknologi komunikasi dan computer (K-2) dalam suatu jaringan terpadu yang didukung oleh 11 sistem satelit komunikasi. Sekarang ini baru ada tiga sistem satelit yang beroperasi, yaitu
a.       PSN dengan Palapa 1
b.      telkom dengan Palapa B4 dan B 2R
c.       satelindo dengan Palapa C1 dan C2.
Pengembangan infrastruktur fisik mengandung tiga kemungkinan penggunaan, yaitu
a.      Adiguna Marga Kepulauan (Archipelagic Super Highway)
b.      Kota Multimedia (Multimedia Cities)
c.       Nusantara Multimedia Community Acces Centers (Pusat Akses Masyarakat Multimedia Nusantara). Tim Koordinasi Telematika Nasional secara paripurna merumuskan cetak biru pengembangan telematika yang mencakup tiga kelompok utama, yaitu infastruktur, aplikasi, dan sumber daya.




Sumber :
Gouzali Saydam. 2005. Teknologi Telekomunikasi (Perkembangan dan Aplikasi). Bandung: Alfabeta
http://www.gudangmateri.com/2010/08/perkembangan-telematika-di-indonesia.html