Resah ini Belum Akan Usai

Ini semua berasal dari keresahan aku tentang ketidakmampuanku menjadi apa yang kamu mau.

Katanya kalo sayang harus bisa menerima apa adanya? ya kalaupun berubah, harus untuk yang lebih baik. Terus, dimana batas yang harus bisa kita terima dari apa adanya kita? yang sekaligus bikin aku dan kamu sama kaya yang kita mau?



Perbedaan yang seringkali kita temui, entah besar atau kecil seringkali membuat resah. Harus ga sih soal ini selalu dipermasalahkan? Sementara resah yang aku rasa, ibarat luka yang sangat meminta untuk segera diobati.

Aku ga tau apa yang pasti bisa bikin kita bener-bener cocok, kalau salah satu dari kita berhenti melakukan apa yang kita mau? Emang sayang aja cukup? Emang sayang doang bisa bikin perasaan jadi lebih baik tiap kali ego kita terluka?

Akhirnya, aku dan keresahan ini mulai menimbang-nimbang tentang kebenaran apa yang bisa kita andalkan untuk bertahan?

Aku cuma pengen menyesuaikan resah ini dengan jawaban kamu yang mungkin ngasih jalan keluar. Tapi di sisi lain, aku ga mau kamu capek ngejawab semua keresahan aku yang ga jarang bikin kamu terluka juga.

Mungkin saat ini, diam dan ngebiarin semuanya berjalan gitu aja adalah yang paling baik. Sengganya, beban hidup kamu soal apa yang selalu jadi resah dan ribet aku jadi berkurang.

Kita liat aja, ini bakal ngebawa kita kemana.

Omong Kosong


Omongan-omongan yang kosong membual di udara.

Jadilah, udara hanya berisi bualan kosong yang berasal dari omongan.

Kosong yang banyak omong tak mau berhenti bahkan saat bertemu titik.

Tapi omong yang kosong berisi titik-titik.

Apa gunanya terbuai pada omongan kosong ?
Apa yang bisa terurai saat kosong menjadi omongan ?

Entah,
Omong kosong ini akan berakhir dengan kosong atau berakhir dengan entah.

Pilihan Senja


Percakapan bersama senja yang sedang membicarakan sukma.

Sebuah jiwa yang terdiri atas keindahan, tapi juga kuasa menyimpan kesedihan.

Sukma yang senantiasa mengisi relung hati dengan kebiasaannya yang manis dan kadang mengiris.

Bagaimana caranya agar kau tetap berpijar ? sementara sinarku tak mampu kenali banyak warna, kecuali pantulan jingga pada senja.

Bagaimana caranya mengingkari resah ? ketika waktu membuatku merindumu, dalam tiap kesederhanaan.

Pilihan senja tlah membawaku untuk menyanjungmu, walau dalam bentuk imaji yang teramu.

Mulai Hari Ini


Sudah diputuskan,

Mulai hari ini, kita hanya akan berbagi jika kita sudah terlalu penuh dengan berbagai ingin. Tak lagi hanya karna rindu sederhana yang menggelitik.

Mulai hari ini, aku tak lagi meminta waktu yang menjadi hakmu hanya untuk tenangkan jiwaku saat melihat senyummu.

Mulai hari ini, akan terbentuk sebuah prediksi tentang hari-hari dengan kesenangan sendiri dan apapun yang menyangkut kita, berubah jadi mandiri.

Jadi, mulai hari ini, akan aku perkenalkan padamu tentang kita yang baru. Berhasil atau tidaknya hari ini, semoga ini yang terbaik.

Bahagia Masa Kini


Pun kita tidak bisa memilih pilihan mana yang mutlak membahagiakan.

Gemerlap dunia kian membutakan, manusia jadi enggan merahasiakan. Segala hal yang berbentuk bahagia dipamerkan, hingga tak satupun mengerti seperti apa bahagia yang mengilhami.

Sejatinya, bahagia yang baik adalah bahagia yang tidak merusak kebahagiaan orang lain. Namun manusia selalu bergantung pada pembenaran dari sudut pandang masing-masing.

Beberapa hati kemudian resah, mencari secercah bahagia dalam relung kebuntuan. Mereka kadang lupa, bahwa masih ada Tuhan dengan segenap segala-Nya.