Banyak orang mengibaratkan hati sebagai tungku dari perasaan, itu hanya kiasan. Hati adalah bagian organ tubuh yang menawar racun. Apa yang ditawarkan racun ? Sesuatu yang semanis madukah ?
Hati berhias kiasan. Memabukkan setiap insan yang berhasil menggunakan hati sebagai alasan untuk mencintai, teringatkah kamu akan kemampuan otak dan akal ? Bagian tubuh yang sering luput dari hias kiasan. Padahal otak merupakan inti dari tubuh manusia, pun hati semestinya dikendalikan otak.
Perasaan dan hati, aku sedang menyesapinya perlahan dengan kemampuan otakku. Berusaha mencerna dengan baik mengapa paradigma hati yang diberi hias kiasan bisa begitu indah, apakah benar datangnya dari hati, atau sebuah perasaan yang tercipta dari hasil perekaman rasa oleh otak ?
Setelah aku berhenti dalam diam, aku rasa tak pantas aku bertanya dari mana semua ini berasal, Tuhan memang menciptakan asa dalam rasa agar manusia tak berat sebelah, hanya mengutamakan perasaan tanpa akal. Semoga pembaca tulisan ini semakin mengerti bahwa sangat penting segala sesuatunya didampingi dengan sebuah pengendali agar tak berlebihan.
Aku dan refleksiku saling berdialog di depan cermin, membahas apa yang patut dan tidak. Aku dan ingatanku mengevaluasi apa yang telah aku lakukan dan dampak darinya.
Satu titik aku menyadari, aku adalah sang peniru. Aku meniru apa yang mereka lakukan, mereka yang aku sebut sumber inspirasiku. Aku mengambil beberapa bagian dari mereka untuk aku satukan menjadi aku.
Aku bukanlah sang pencipta, aku tak bisa menjadi sang penemu, aku hanyalah sang peniru. Ku gunakan sebagian nurani untuk mengingat bahwa sang peniru hanyalah hampa yang tertutupi oleh kumpulan tindakan orang lain, sehingga aku tak akan pernah punya kuasa untuk mengakui.
Aku sang peniru, berpura-pura mencari jati diri. Akankah kutemui apa yang ku cari dengan cara ini ? Masih saja ku sertai semoga dalam tulisan ini, entah kepada siapa akan menuju, dan apakah akan kutemui sebuah balasan pada akhirnya.
Maafkan aku diriku, tapi menjadi sang peniru adalah keahlianku, apabila ini sebuah kesalahan, jangan pergi dulu, aku masih membutuhkanmu untuk sekedar mengisi predikat yang akan menjadi kosong.
Mari ku perkenalkan pada kalian, Nona-nona periang yang ada di sekitarku. Mereka berwarna-warni, mereka menginspirasi, mereka hebat, dan mereka berada di sekitarku.
Nona-nona periang menebar tawa seperti dandelion, lembut, terpisah tapi tetap menyiratkan sesuatu yang utuh. Mereka adalah mesin imajinasi yang dibungkus dengan akhir haha-hihi. Mereka periang yang meski tak selalu tapi senantiasa riang.
Untuk kalian Nona-nona Periang, janganlah lupa menjadi riang untuk kamu sendiri, maka sekitarmu akan bersama dalam kerianganmu.
Bagiku, menjadi periang bukanlah hal yang sangat istimewa, tapi jika kita bisa menjadinya, maka lewat kesederhanaan paling tidak kita bisa menjadi alasan terciptanya sebuah tawa.
Nona-nona periang, mari kita bersulang dan menikmati keriangan ini sampai tua nanti.
Semesta menyediakan banyak cerita untuk dipilih. Cerita yang dimulai juga dengan pilihan, bagaimana jika aku bertahan dan bagaimana jika dilepaskan.
Mereka datang dengan sebuah keingintahuan, beberapa hanya bersikap baik sebagai wujud bahasa basi. Mereka membagi cerita, mereka membuat tertawa, mereka menyemangati, mereka indah tapi mereka adalah sementara waktu.
Sementara waktu mereka hadir, aku bahagia, sementara waktu mereka pergi, aku sedih lalu belajar. Belajar dalam memaknai apa yang baik dan berguna di tiap sementara waktu itu. Sementara waktu masih menjagaku dalam lingkaran yang sama.
Teruntuk kalian Tuan-tuan sementara waktu, terima kasih atas waktu kalian yang hanya sementara. Aku harap kalian bisa tetap mengenalku walau mungkin ingatan kalian tentangku hanya untuk sementara. Ketahuilah wahai Tuan-tuan sementara waktu, kalian telah memberi banyak kesan di hatiku. Sementara waktu berjalan membinasakan semuanya dalam suatu kelak.
Pernah aku membayangkan bagaimana rasanya berada di titik ini. Membuat sebuah susunan pemikiran logis yang dibuat berdasarkan fakta melalui bimbingan seorang ahli. Sebuah proses perjuangan ketika harus bangkit dari kesalahan dan berusaha melawan segala bentuk rasa negatif agar aku punya daya untuk memperbaiki.
Sesederhana lembar skripsi yang akan ku buat, ada beberapa pelajaran hidup menarik yang tak mungkin semudah itu untuk tak ku anggap menarik.
Kepadamu, lembar skripsi yang akan kutulisi dengan segala struktur sistematis, berilah aku hasil akhir yang baik dan bermanfaat agar waktu dan tenaga yang tercurah khusus untukmu melahirkan pengetahuan baru untuk banyak orang.
Dan dari segala kesungguhan ini, membuat aku teringat tentang pola bagaimana harusnya kita saling mencintai :)